id en
Siapa sih yang nggak kenal jerawat batu? Jerawat yang satu ini memang bikin kesal banget. Nggak cuma sakit, tapi juga bikin wajah jadi nggak pede.

Jerawat Batu: Kutukan Keturunan atau Bisa Diatasi?

Siapa sih yang nggak kenal jerawat batu? Jerawat yang satu ini memang bikin kesal banget. Nggak cuma sakit, tapi juga bikin wajah jadi nggak pede. Eits, tapi tahukah kamu, jerawat batu ternyata juga bisa disebabkan oleh faktor genetik lho!

Apa sih Jerawat Batu?

Jerawat batu, atau yang dikenal juga dengan istilah kistik jerawat, adalah jenis jerawat yang paling parah. Jerawat ini terbentuk ketika pori-pori tersumbat oleh minyak, sel kulit mati, dan bakteri. Penyumbatan ini kemudian menyebabkan peradangan dan infeksi, yang akhirnya memunculkan benjolan merah besar dan bernanah di bawah kulit.

Jerawat batu, atau yang dikenal juga dengan istilah medis “cystic acne,” adalah mimpi buruk bagi banyak orang. Berbeda dengan jerawat biasa, jerawat batu lebih dalam, besar, dan sering kali menyakitkan. Salah satu faktor utama penyebab jerawat batu yang sering diabaikan adalah faktor genetik. Mari kita bahas lebih dalam tentang bagaimana genetik mempengaruhi kondisi kulit kita dan apa saja solusi kekinian yang bisa kita coba untuk mengatasi masalah ini.

Benarkah Jerawat Batu Disebabkan Faktor Genetik?

Jawabannya adalah iya. Faktor genetik memang berperan dalam predisposisi seseorang terhadap jerawat batu. Maksudnya, kalau orang tua kamu punya riwayat jerawat batu, kemungkinan besar kamu juga akan mengalaminya. Hal ini karena gen mewariskan beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko jerawat batu, seperti:

  • Produksi minyak berlebih: Orang dengan gen tertentu cenderung memiliki kelenjar minyak yang lebih aktif, sehingga menghasilkan lebih banyak minyak. Minyak berlebih ini dapat menyumbat pori-pori dan memicu jerawat.
  • Sensitivitas terhadap hormon: Jerawat batu juga bisa dipengaruhi oleh hormon, terutama androgen. Orang dengan gen yang membuat mereka lebih sensitif terhadap androgen lebih berisiko mengalami jerawat batu.
  • Respon imun: Sistem kekebalan tubuh yang lemah juga dapat meningkatkan risiko jerawat batu. Gen tertentu dapat memengaruhi cara tubuh merespons bakteri penyebab jerawat, sehingga memperparah peradangan dan infeksi.

Tapi, Bukan Berarti Jerawat Batu Pasti Muncul Kalau Punya Keturunan

Meskipun memiliki faktor genetik, bukan berarti kamu pasti akan mengalami jerawat batu. Ada banyak faktor lain yang dapat memengaruhi munculnya jerawat batu, seperti:

  • Perubahan hormon: Fluktuasi hormon, seperti saat pubertas, menstruasi, atau kehamilan, dapat memicu jerawat batu.
  • Stres: Stres dapat memperburuk jerawat batu dengan meningkatkan produksi minyak dan peradangan.
  • Pola makan: Makanan tertentu, seperti makanan berlemak tinggi dan gula tinggi, dapat memperburuk jerawat batu pada beberapa orang.
  • Produk perawatan kulit: Produk perawatan kulit yang menyumbat pori-pori (comedogenic) dapat memicu jerawat batu.
  • Obat-obatan: Beberapa obat, seperti steroid dan antidepresan, dapat meningkatkan risiko jerawat batu.

Jadi, Apa yang Bisa Dilakukan?

Meskipun faktor genetik tidak dapat diubah, ada banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk mencegah dan mengobati jerawat batu:

  • Menjaga kebersihan wajah: Cucilah wajah dua kali sehari dengan sabun pembersih wajah yang lembut dan sesuai dengan jenis kulitmu.
  • Gunakan produk perawatan kulit yang non-comedogenic: Carilah produk perawatan kulit yang berlabel “non-comedogenic” atau “oil-free” untuk menghindari penyumbatan pori-pori.
  • Hindari memencet jerawat: Memencet jerawat dapat memperparah peradangan dan infeksi, serta meningkatkan risiko bekas luka.
  • Kelola stres: Temukan cara untuk mengelola stres, seperti yoga, meditasi, atau olahraga.
  • Konsultasi dengan dokter kulit: Jika jerawat batu tidak membaik dengan perawatan mandiri, konsultasikan dengan dokter kulit untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.


Ingat, jerawat batu bukan akhir dunia.
Dengan perawatan yang tepat dan gaya hidup sehat, kamu bisa mengendalikan jerawat batu dan mendapatkan kulit yang lebih bersih dan sehat.

Tips Tambahan:

  • Gunakan sunscreen: Paparan sinar matahari dapat memperburuk jerawat batu. Gunakan sunscreen dengan SPF minimal 30 setiap hari untuk melindungi kulitmu.
  • Makan makanan yang sehat: Konsumsi banyak buah, sayur, dan whole grains. Hindari makanan olahan, makanan berlemak tinggi, dan gula tinggi.
  • Minum air putih yang cukup: Minum air putih yang cukup dapat membantu menjaga kesehatan kulit dan mencegah dehidrasi.
  • Tidur yang cukup: Kurang tidur dapat memperburuk jerawat batu. Pastikan kamu tidur 7-8 jam setiap malam.

Mitos dan Fakta tentang Jerawat Batu

Ada banyak mitos yang beredar tentang jerawat batu. Mari kita luruskan beberapa di antaranya:

  1. Mitos: Jerawat batu disebabkan oleh kebersihan yang buruk. Fakta: Kebersihan yang buruk bukanlah penyebab utama jerawat batu. Genetika, hormon, dan faktor internal lainnya lebih berperan.
  2. Mitos: Hanya remaja yang terkena jerawat batu. Fakta: Meskipun umum terjadi pada remaja, orang dewasa juga bisa mengalami jerawat batu.
  3. Mitos: Mencuci wajah lebih sering bisa menghilangkan jerawat batu. Fakta: Terlalu sering mencuci wajah dapat menghilangkan minyak alami dan memperparah jerawat.
  4. Mitos: Semua produk jerawat bekerja untuk semua orang. Fakta: Kulit setiap orang berbeda. Apa yang bekerja untuk satu orang mungkin tidak efektif untuk orang lain.

Jerawat batu bisa sangat mengganggu, tetapi memahami peran genetik dalam kondisi ini bisa membantu kita mencari solusi yang lebih efektif. Dengan perkembangan teknologi dan inovasi dalam dunia skincare, ada banyak pilihan perawatan yang bisa dicoba. Ingatlah untuk selalu berkonsultasi dengan dokter kulit sebelum mencoba pengobatan baru, terutama jika Anda memiliki jerawat batu yang parah. Dengan perawatan yang tepat dan pendekatan yang holistik, kamu bisa mengelola jerawat batu dengan lebih baik dan mendapatkan kulit yang lebih sehat.

Apapun kondisi kulit kamu, yang paling penting adalah tetap percaya diri dan tidak membiarkan jerawat mendefinisikan siapa kamu. Setiap orang memiliki perjalanan kulit yang unik, dan dengan pengetahuan yang tepat, kamu bisa menemukan cara terbaik untuk merawat kulit kamu.